Nama : Renni Widyastuti Pratiwi
NPM : 57413410
Kelas : 3IA21
Mata Kuliah : Desain Pemodelan Grafik
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
Pemodelan
Grafis untuk Game 2D/3D
Desain
pemodelan grafis adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang membuat dan
menciptakan obyek baru berupa seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian
kreatif lainnya yang direkayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang
dilakukan di tahapan awal untuk pembuatan, penyimpanan, dan manipulasi model
dan citra.
Pemodelan
grafis. sebelum menjalar ke konsep 2D dan 3Dnya terlebih dulu kita pahami dulu
arti dan pengertian dari pemodelan grafis. Pemodelan grafis adalah Transformasi
dari suatu konsep (atau suatu benda nyata) ke suatu model geometris yang bisa
ditampilkan pada suatu komputer bisa dalam shape/bentuk, posisi, orientasi,
surface, properties, volumetric, properties dan lights. intinya
menciptakan pemodelan matematika dari objek 2D dan 3D.
Terdapat perbedaan yang
mendasar antara Game 2D dan 3D beserta dari sudut pandang yang lainnya:
1.
Game 2D
Game
dua dimensi dilihat dari keadaan ruangnya yang hanya memiliki dua sisi ( X dan
Y). Sedangkan untuk gambarnya sendiri dapat menggunakan Vector maupun Bitmap.
Untuk membuat animasi bergerak (berjalan,melompat,berlari,dll) kita harus
membuat gambar satu persatu yang disebut dengan(frame).Kerealisasian gerakan
ditentukan dari gambar yang dibuat, jumlah gambar(frame) yang digunakan, serta
hitungan gambar per detik (frame per second).
Game dua dimensi ini
memiliki 2 konsep, yaitu:
- Static View,
dimana semua objek berada pada satu bidang dan gerakan karakter utama hanya
terbatas pada bidang itu saja.
- Side Scrolling
View, dimana objek-objek dan gambar latar akan terus bergerak ke kanan dan ke
kiri sesuai dengan kecepatan gerakan karakter yang dimainkan.
Contoh: Pac-man, Space
Invader, Mario Bros, dan game-game sederhana lainnya.
2.
Game 3D
Setelah
munculnya game 2D, berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk mengembangkan
teknologi terbaru, sehingga muncullah tampilan 3D datar (3D Plaine) hal ini
sering membuat bingung karena sering disebut game 2D tapi mereka tidaklah sama.
Game seperti ini bukan 2D tapi tidak juga full 3D. Biasanya gameplaynya memang
mirip game 2D dimana kita hanya bisa bergerak secara horizontal dan vertical
namun beberapa gambarnya di render secara 3D. Teori grafik seperti ini disebut
dengan 2.5D atau pseudo-3D sedangkan pada istilah game lebih dikenal dengan
isometric/diametric atau bahkan trimetric projection.
Berbeda dengan game 2D dalam
game 3D anda akan menemui tiga sisi (X,Y,Z).
Game bertipe ini menggunakan
2 macam tipe pemodelan:
-3d object/model :
ini merupakan model/
object 3 dimensi yang nantinya akan anda jadikan sebagai karakter utama,
bangunan, object-object seperti senjata,musuh, permukaan tanah ,pohon,
bukit,dll. Object 3d seperti ini bisa anda buat dengan menggunakan program
seperti “3D S.Max”,”Maya”,”Hash”,dll
-2d graphic:
gambar 2d juga
berperan dalam membuat game bertipe 3D fungsi gambar 2d antara lain:
- sebagai texture untuk
object
- sebagai latar belakang (
langit , pemandangan,dll)
- sebagai meteran untuk
nyawa , gambar untuk speedometer (untuk game racing), dll.
Sedangkan untuk membuat
animasi dalam 3D dapat digunakan bones(tulang) yang layaknya manusia dapat
digerakkan. Selain itu animasi tetap juga dapat menggunakan bitmap (gambar 2d)
untuk animasi pada texture air, api,dll.
Dari sudut pandang Dimensi
Matematika:
1.
Dua Dimensi Matematika
2D
adalah objek yang diwakili oleh 2 sumbu, yaitu sumbu x dan y (hanya variable),
dimana koordinat dari sumbu x dan y hanya berkutat pada panjang dan lebar itu
sendiri, sehingga bentuk dari dimeni ini hanya bisa dilihat dari atas saja,
tidak bisa melihat kesamping dan kebelakang atau dari bawah.
2.
Tiga Dimensi Matematika
3D
adalah objek yang diwakili oleh 3 sumbu, yaitu x, y dan z. dimana koordinat
dari sumbu x,y dan z membuat objek dari kerangka panjang, lebar dan tinggi.
Sehingga memiliki kedalaman suatu objek. Dan objek tersebut dapat dilihat dari
samping kiri kanan, serta dari belakang juga.
Dari sudut pandang Grafik
Komputer:
1.
Grafik Komputer 2D
Grafik
komputer 2D adalah objek digital berbasis komputer, yang mengambil objek-objek
dua dimensi. Model Grafik 2D adalah kumpulan model geometri/grafik vektor,
gambar digital, fungsi matematika, dan sebagainya. Model-model ini dapat
dimodifikasi dan dimanipulasi oleh transformasi geometri dua dimensi, seperti
translasi, rotasi, dan dilatasi. Model-model yang digunakan pada disain grafis
2D biasanya tidak mendukung bentuk-bentuk tiga-dimensi, atau fenomena yang
bersifat tiga dimensi, seperti pencahayaan, bayangan, pantulan, refraksi, dan
sebagainya. Namun, mereka dapat membuat model berlapis-lapis (layer), nyata,
translusen, dan transparan, yang dapat ditumpuk dalam urutan tertentu. Urutan
tersebut biasanya didefinisikan dengan angka (kedalaman lapisan, atau jarak
dari si penglihat).
2.
Grafik Komputer 3D
Grafik
3D merupakan perkembangan dari grafik 2D. Didalam grafika komputer, 3D
merupakan bentuk grafik yang menggunakan representasi data geometri tiga
dimensi. Suatu objek rangka 3D apabila disinari dari arah tertentu akan
membentuk bayangan pada permukaan gambar. Proses pembuatan grafik komputer 3D
dapat dibagi ke dalam tiga fase, yaitu 3D modeling yang mendeskripsikan bentuk
dari sebuah objek, layout dan animation yang mendeskripsikan gerakan dan tata
letak sebuah objek, dan 3D rendering yang memproduksi image dari objek
tersebut. Grafik 3D adalah sebuah gambar,garis,lengkungan,dan sebagainya yang
memiliki titik-titik yang menghubungkan menjadi sebuah bentuk 3D
Dari sudut pandang Animasi
1.
Animasi 2D (2 Dimensi)
Animasi
jenis ini juga biasa disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari
kata Cartoon, yang artinya gambar yang lucu. Contohnya misalnya: Looney Tunes,
Tom and Jerry, Scooby Doo, Doraemon, dan lainnya.
2.
Animasi 3D (3 Dimensi)
Animasi
3D adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang
diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya.
Contohnya Toy Story, Monster Inc., Finding Nemo, The Incredible, Shark
Tale. Cars, hingga Final Fantasy. Disini kita bisa melihat perbedaan visual
jika dbandingkan dengan animasi 2D. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan
animasi 3D atau CGI (Computer Generated Imagery).
Perkembangan game 2D dan 3D
1. Pencitraan
1. Pencitraan
Pencitraan
sangat berkembang sejak dari tahun 1990 dan seiring berjalannya waktu mulai
dikembangkannyalah OpenGL sebagai API untuk objek dan visualisasi 3D.
Walaupun game telah dikenal sejak dibuatnya komputer destop, tetapi
teknologi pada saat itu masih belum mendukung untuk menjadi game yang banyak
kita lihat sekarang ini. Dengan teknologi yang masih terbatas pada saat itu
game baru bisa dibuat dengan tampilan yang secara geometri adalah 2D yaitu panjang
x lebar . Contoh game yang pada saat itu menggunakan konsep 2D adalah
seperti game, “Mario Bross”,”Zelda”, “Rockmen” dan beberapa game yang dulu
dimainkan di Sega, nintendo, Game Boy dan alat permainan 2D lainnya.
Game
3D berkembang sejak tahun 1990-an sampai berkembang menjadi sekarang ini dengan
detail yang baik dan desain yang sangat halus pada saat di render. Dengan
berkembangnya OpenGL sebagai API Open Source untuk pengembang game
dan animasi. Juga terdapat software dan hardware yang mendukung untuk
menampilkan game 3D. Secara geometri 3D merupakan suatu objek yang memiliki
dimensi panjang x lebar x tinggi. Sebagai tambahan untuk perkembangan
grafis, seperti animasi dan game pada saat sekarang ini telah berkembang
menjadi AR(Augmented Reality) dan VR(Virtual Reality) . Sehingga membuat
tampilan menjadi semakin hidup dan membuat eksperien yang lebih baik kepada
user dan lebih menyenangkan.
2.
Software
Perkembangan
teknik algoritma telah memungkinkan pembuat aplikasi untuk mengembangkan game
menjadi semakin baik. Mulai dari API untuk melakukan rendering algoritma
tersebut telah dikembangkan menjadi semakin baik dan menghemat resourcekomputer
atau mesin dan menjadi lebih efisien seperti yang kita rasakan sekarang ini.
Pada periode tahun 1980 sejak komputer desktop pertama dikembangkan game masih
dibuat dengan sangat sederhana. Dilakukan dengan bahasa pemrograman seperti C ,
prolog dan lainnya. Sekarang dengan perkembangan teknologi pembuatan game bisa
dilakukan hanya dengan enggine game tertentu, yaitu hanya dengan
menginstall suatu software yang meng-generate suatu objek dan game secara user
friendly.
3. Hardware
Teknologi
yang maju telah membuat hardware menjadi semakin powerfull, murah dan kecil,
hal ini dimanfaatkan oleh para pengembang citra dan game. Yang menjadi masalah
saat membuat objek dan animasi 3D untuk game sekarang ini adalah sumber daya
mesin yang tidak mencukupi. Proses rendering akan sangat lama dengan
menggunakan hardware yang mempunyai spesifikasi lama. Maka teknologi hardware sekarang
mengatasi masalah tersebut. Rendering bukan lagi menjadi masalah,
pembuatan objek apapun bisa di realisasikan.
4. Gameplay
Jika
anda pernah bermain game pada tahun 1989-an sampai sekarang ini maka bagi anda
akan sangat jelas perbedaan yang terlihat pada gameplaynya. Pada game
berjenis 2D maka gameplaynya terasa sangat membosankan apa lagi ketika anda
sudah merasakangameplay dari game berjensi 3D. Game berjenis 3D membuat
tampilan yang menarik dan permainan yang lebih nyata dan seru bagi penikmat
game. Jika anda pernah bermain game seperti “Fable” maka anda akan sangat
tertarik(Promosi).
Sumber :
Link:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar