Tugas softskill 3 Pengantar Web Science – Renni Widyastuti Pratiwi – 57413410
Pengolahan Informasi Internet
Mencari Informasi
Dalam pengolahan data menjadi sebuah informasi, langkah pertama yang
harus dilakukan adalah pengumpulan data itu sendiri. Disini dibutuh sebuah
kejelian untuk mendapat data-data tersebut. Pengumpulan data ini, dapat
dilakukan dengan berbagai cara misal dengan observasi (pengamatan), angket dan
lainnya. Namun saat ini yang paling sering adalah mencari informasi dengan
melakukan searching dan browsing di internet, misalnya dengan memanfaatkan
search engine.
Memilah dan Menyimpan Informasi
Setelah data-data untuk informasi tersebut didapatkan,langkah
selanjutnya adalah memilah data tersebut, yaitu mengambil data-data yang
dianggap aktual, terpercaya, akurat dan uptodate. Sehingga data-data yang tidak
diperlukan dapat disisihkan dari data yang akan diambil. Data-data yang
dianggap perlu, dikelompokkan kemudian disimpan, ingat dalam penyimpanan harus
memperhatikan aspek pengarsipan, sehingga jika diperlukan nantinya secara cepat
dapat diambil kembali.
Pengolahaan Informasi
Menjadi Informasi Baru
Dari data-data yang telah disimpan, dapat dibeda menjadi dua jenis :
1. Data informasi yang langsung dapat ditampilkan.
2. Data informasi yang harus diolah dulu, baru bisa ditampil menjadi
informasi baru.
Mengolah data untuk menjadi sebuah informasi baru, dapat dilakukan
dengan pengeditan, penambahan, pengkonversian, penggabungan dari banyak data
dan sebagainya. Contohnya data yang diperoleh dari internet masih dalam format
html, kemudian akan diolah dengan menggunakan Ms. Word, maka data-data dalam
format html tersebut kita ubah menjadi format doc dengan melakukan copy paste
ke dalam
sebuah dokumen Ms. Word, setelah itu dapat dilakukan pengeditan, penambahan, penggabungan dan lain-lainnya.
sebuah dokumen Ms. Word, setelah itu dapat dilakukan pengeditan, penambahan, penggabungan dan lain-lainnya.
Data yang telah diolah tersebut, akan menjadi sebuah informasi baru, dan
dapat di presentasikan dalam bentuk apapun. Sebagai contoh dalam format PDF,
atau dengan menggunakan
Ms. Powerpoint bahkan secara lisan, karena sebuah informasi aktif, jauh lebih berharga dari informasi pasif.
Ms. Powerpoint bahkan secara lisan, karena sebuah informasi aktif, jauh lebih berharga dari informasi pasif.
Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi
yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan
informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen
yang membutuhkannya. Sistem Informasi Berbasis Komputer mengandung arti bahwa
komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori,
penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer.
Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat
kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem
Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan
istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat
diperlukan misalnya dalam rangka pengambilan keputusankeputusan stategis.
Terbentuknya sistem informasi yang akurat untuk membantu setiap pengambilan
keputusan. Di tengah lajunya kemajuan industri yang berbasis teknologi
telekomunikasi dan informatika, informasi yang cepat dan akurat semakin menjadi
kebutuhan pokok para decission maker. Informasi merupakan kebutuhan dasar yang
diperlukan oleh setiap manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan.
Sedangkan suatu sistem informasi bertujuan untuk memasok segala kebutuhan
informasi bagi mereka yang membutuhkannya. Sistem informasi yang tepat akan
membantu
kebijakan level manajerial dalam hal program-program dan rencana-rencana
operasional serta sasaran yang akan dicapai misalnya oleh organisasi atau
perusahaan.
Aspek Hukum Penggunaan Internet
1. Aspek hak milik intelektual. Yaitu yang memberikan perlindungan hukum
bagi pembuat karya. Contohnya : Hak Cipta dan Hak Paten.
2. Yurisdiksi hukum dan aspek-aspek terkait. Komponen ini menganalisa
dan menentukan keberlakuan hukum yang berlaku dan diterapkan di dalam dunia
maya itu.
3. Landasan penggunaan internet sebagai sarana untuk melakukan kebebasan
berpendapat yang berhubungan dengan tanggung jawab pihak yang menyampaikan,
aspek accountability, tanggung jawab dalam memberikan jasa online dan penyedia
jasa internet (internet provider), serta tanggung jawab hukum bagi penyedia
jasa pendidikan melalui jaringan internet.
4. Aspek kerahasiaan yang dijamin oleh ketentuan hukum yang berlaku di
masing-masing yurisdiksi negara asal dari pihak yang mempergunakan atau
memanfaatkan dunia maya sebagai bagian dari sistem atau mekanisme jasa yang
mereka lakukan.
5. Aspek hukum yang menjamin keamanan dari setiap pengguna dari
internet.
6. Ketentuan hukum yang memformulasikan aspek kepemilikan didalam
internet sebagai bagian dari pada nilai investasi yang dapat dihitung sesuai
dengan prinisip-prinsip keuangan atau akuntansi.
7. Aspek hukum yang memberikan legalisasi atas internet sebagai
bagian dari perdagangan atau bisnis usaha.
Dalam menggunakan internet, harus memperhatikan hal-hal apa saja yang
boleh dan tidakboleh dilakukan, atau kata lainnya adalah etika penggunaan
internet.
Etika adalah ilmu yang mempelajari mengenai baik dan buruk suatu tindakan. Sebagai pemakai internet etika juga diperlukan, karena tidak hanya kita saja yang ikut dalam dunia maya itu, akan tetapi banyak orang dari seluruh dunia. Jika tindakan dan perkataan tidak berdasarkan etika yang ada, maka kita bisa dibenci hingga terjerat hukum yang terkait.
Etika adalah ilmu yang mempelajari mengenai baik dan buruk suatu tindakan. Sebagai pemakai internet etika juga diperlukan, karena tidak hanya kita saja yang ikut dalam dunia maya itu, akan tetapi banyak orang dari seluruh dunia. Jika tindakan dan perkataan tidak berdasarkan etika yang ada, maka kita bisa dibenci hingga terjerat hukum yang terkait.
Prinsip dan Serangan Web
PRINSIP DASAR PEMBUATAN WEBSITE
PEMBUATAN WEBSITE
1. Persiapan-persiapan
Untuk membangun sebuah website, diperlukan suatu langkah-langkah
persiapan yang secara umum dibagi dalam lima tahap, yakni (Rickyanto,
Isac.2001):
Merumuskan tujuan membuat website
Berdasarkan isi maupun tujuan, suatu website biasanya dapat digolongkan
menjadi seperti berikut ini:
a. Website marketing, berfungsi sebagai media presentasi dan pemasaran.
b. Website customer service, berfungsi sebagai media untuk melayani
konsumen.
c. Website e-Commerce, berfungsi sebagai media transaksi on-line.
d. Website informasi/berita, berfungsi sebagai media informasi berita
.
Menentukan isi website
Faktor yang paling penting dalam suatu website adalah isi dari website
itu sendiri. Hal tersebut berkaitan dengan manfaat yang akan diperoleh
pengunjung dari sebuah website.
Menentukan target pengunjung
Meskipun suatu website mempunyai sifat terbuka dalam arti sebuah website
bebas dikunjungi oleh semua orang, namun alangkah baiknya apabila dalam
pembuatan website perlu dilakukan gambaran target yang akan dituju oleh sebuah
website. Alasan ini lebih didasarkan pada penggunaan hardware dan aplikasi
browser yangberbeda dengan setiap pengunjung.
Menentukan struktur website
Struktur website diperlukan untuk memberikan kemudahan dalam mengelola
suatu website. Tentunya struktur tersebut harus disesuaikan dengan isi dari
website. Dengan memiliki struktur yang terorganisasi dengan baik, suatu website
akan memberikan kemudahan dalam navigasi, editing dan pemeliharaan website
tersebut.
Jenis-jenis serangan terhadap situs
Kita sering mendengar kasus banyaknya situs-situs yang kena serangan
oleh para hacker. Target serangannya sangat luas, mulai dari situs-situs
pemerintah hingga situs perusahaan swasta yang dianggap “musuh” oleh para
hacker tersebut. Efeknya bisa bervariasi, mulai dari yang tidak berbahaya
hingga mencuri data yang ada didalam website tersebut. Pada kesempatan ini,
penulis mencoba menuliskan beberapa tipe serangan terhadap situs di internet.
· XSS – Cross Side
Scripting
Metode XSS ini pernah diulas di edisi ke-2 buletin Geek Factor kita ini.
Secara prinsip, XSS menyisipkan sebuah tag-tag HTML khusus kedalam sebuah
situs. Tag-tag ini dapat dimasukkan kedalam server melalui mekanisme HTML FORM
yang valid. Ini khususnya dapat terjadi ketika web developer dari situs
tersebut lengah akan kemungkinan timbulnya serangan ini. Begitu tag tersebut
berhasil disisipkan, maka ketika situs tersebut menampilkan data yang telah
tercemar oleh script XSS tadi maka akan timbul beberapa resiko seperti:
User session yang dibajak. Ini memungkinkan attacker menyamar sebagai
user tersebut.
Pencurian data-data user, khususnya login dan password.
Bagi web developer, untuk mencegah serangan XSS sebetulnya mudah saja.
Setiap input yang diterima melalui HTML FORM harus diperiksa apakah mengandung
tag-tag yang dapat dianggap berbahaya. Tag itu lalu dibuang sebelum menyimpan
datanya kedalam server. Penulis sarankan untuk membaca edisi ke-2 karena disana
XSS diulas secara lebih mendetail.
· DoS dan DDoS
DoS adalah singkatan dari Denial of Service. Ini merupakan serangan
paling dasar tetapi cukup efektif jika situs yang menjadi target tidak
terproteksi akan serangan ini. Prinsip dari serangan ini adalah untuk membuat
server situs yang menjadi target sangat sibuk melayani “permintaan” dari
attacker sedemikian sehingga sumber daya (resources) yang dimiliki oleh server
tersebut menjadi tersaturasi. Sumber daya ini berupa CPU time, bandwidth yang
tersedia, multi-threaded service. Ketika sumber daya itu disedot hanya untuk
melayani “permintaan” dari attacker, server tidak dapat lagi menerima
permintaan dari pengguna lain yang sebetulnya sah dan akhirnya permintaan yang
sah tersebut ditolak (rejected). Inilah yang menjadi alasan serangan ini
disebut Denial Of Service.
Beberapa metode serangan DoS yang umum
adalah:
traffic flooding, yaitu membanjiri suatu jaringan dengan massive data
stream sehingga jaringan tersebut menjadi congested. Ketika jaringannya menjadi
penuh, user lain yang sebetulnya sah menjadi tidak dapat lagi berkomunikasi
dengan server. Kalaupun aksesnya diperoleh, proses komunikasinya menjadi sangat
sangat lambat dan sering terputus (timeout).
request flooding, yaitu membanjiri suatu server dengan massive request
yang membuatnya menjadi sangat sibuk. Perlu diketahui bahwa setiap server,
seperti HTTP Server, memiliki jumlah maksimum thread yang bisa di-fork saat
muncul request. Ketika jumlah maksimum ini tercapai, maka server untuk
sementara waktu tidak bisa lagi menerima request/permintaan. Attacker yang
memastikan bahwa server selalu mencapai titik maksimum ini, atau paling tidak
mendekati sehingga performannya drop dengan drastis.
Karena DoS merupakan serangan yang bersumber dari satu komputer saja,
maka dibutuhkan sistem yang cukup kuat untuk membanjiri server yang menjadi
target. Selain itu, karena sumbernya dari satu komputer saja, ini berarti web
administrator target dapat dengan mudah mencegat masuknya serangan dengan
mem-blok IP komputer attacker.
Untuk lebih meningkatkan daya dobrak dan daya serang dari DoS, maka
kemudian dikembangkan teknik yang disebut DDoS (Distributed Denial of Service).
Jika serangan DoS dilakukan oleh satu buah komputer saja, maka pada DDoS ada
banyak komputer yang berpartisipasi didalam melakukan serangan ke server
target.
Jadi DDoS dapat dianggap sebagai sebuah serangan DoS yang terkoordinasi
dari beberapa attacker. Komputer attacker ini dapat berupa komputer yang memang
didedikasikan mandiri untuk melakukan DoS ini ataupun komputer yang disebut
sebagai “Zombie”, yaitu komputer yang dipaksa untuk berpartisipasi pada
serangan DDoS. Biasanya komputer menjadi Zombie ketika terinfeksi oleh malware
DDoS yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh para attacker tadi. Hampir semua
sistem operasi yang ada saat ini dapat “dibajak” untuk menjadi Zombie, seperti
Microsoft Windows dan beberapa varian dari LINUX.
Komputer zombie juga membawa dampak negatif bagi pemiliknya karena dia
akan merasa jaringan internet miliknya menjadi lambat dan tersaturasi. Beberapa
contoh Serangan DoS lainnya adalah:
Buffer Overflow: mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem,
misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
Teardrop: mengirimkan paket IP dengan nilai offset yang membingungkan.
Smurf: mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.
Etika Membuat Web
Etika dalam Penulisan Content Website
Pada artikel-artikel sebelumnya sering sekali saya membahas tentang
content website, salah satu bagian terpenting dalam proses SEO. Content yang
berkualitas selalu akan dicari pengunjung, dan juga search engine. Yang saya
maksud content disini adalah teks, gambar, dan flash yang dapat dinikmati
pengunjung secara langsung. Sebuah website bisa dikatakan memiliki content
berkualitas, apabila bisa menyajikan informasi yang bermanfaat bagi pengunjung,
unik (tidak sekedar meniru), dan yang terakhir bisa diakses secara luas oleh
seluruh atau sebagian besar pengguna internet.
Terlepas dari hal-hal tersebut, ada satu faktor lagi yang harus mendapat perhatian, yaitu etika penulisan. Content website yang kita tulis sebaiknya benar-benar merupakan hasil karya kita sendiri dan bukan hasil menjiplak/menyalin dari website lain. Jika Anda mengutip sebagian content dari suatu sumber, apapun medianya, hendaknya copyright dari si penulis harus dicantumkan dan menyebutkan darimana content tersebut diambil. Pengertian mengutip yang saya maksud disini adalah mengambil sebagian kecil, bukan seluruhnya. Lebih baik lagi kalau Anda meminta izin terlebih dahulu kepada si penulis content, karena langkah ini menunjukkan bahwa Anda menghargai hak cipta dari seseorang.
Penjiplakan content secara illegal juga sangat membahayakan posisi Anda di search engine. Misalnya, jika Anda menyalin content sebuah website secara illegal, dan si pemilik content mengetahui hal ini, ia dapat melaporkan hal tersebut sebagai pelanggaran hak cipta kepada admin dari berbagai search engine utama. Google misalnya, memiliki chanel khusus untuk menerima laporan mengenai pelanggaran hak cipta. Pihak Google akan memeriksa hal ini, sebab mereka juga tidak ingin meng-index halaman-halaman yang mempunyai content illegal. Mereka cukup pintar untuk membedakan kebenaran dari sebuah laporan. Misalnya, halaman website jiplakan selalu muncul setelah halaman website aslinya. Dan yang kedua, teknologi pagerank juga bisa membantu mendeteksi dengan melihat referensi dari website-website lain yang memasang link ke website asli. Jika sudah terdeteksi, apa akibatnya ? Tentu saja website jiplakan tersebut akan di-black list. Pada posisi ini jangan harap untuk dapat terlisting kembali.
Pelanggaran hak cipta juga sangat diperhatikan para editor dmoz (Open Directory Project). Sebagai salah satu editornya, saya pun pernah menerima laporan dari editor lain mengenai sebuah website yang memiliki content jiplakan. Dan karena sudah terbukti, dengan sangat menyesal saya harus menghapus listing website tersebut dan memberikan sebuah catatan bahwa domain tersebut melakukan pelanggaran hak cipta. Fungsi dari catatan ini agar editor-editor dari category lain memberikan perhatian khusus, apabila si pemilik domain pelakukan submit ulang. Kami juga memiliki forum khusus bagi editor dmoz untuk membicarakan hal-hal semacam ini.
Jadi apapun alasannya penjiplakan content secara illegal sebaiknya kita
hindari. Disamping untuk menghargai hasil karya orang lain, hal ini juga akan
membuat kita lebih kreatif dalam berkreasi.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar